Oleh: mphee89 | Juli 23, 2011

Etika dan Filsafat Komunikasi


Etika dan Filsafat Komunikasi

Etika
Etika berasal dari kata ta etha yang merupakan bentuk jamak dari ethos yang berarti adat kebiasaan. Secara etimolohgis etika sama dengan kata moral yang berarti adat atau kebiasaan.
Etika memiliki arti :
1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak serta kewajiban moral (akhlak)
2. Kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
3. Nilai mengenai tindakan yang benar dan salah yanh dianut suatu golongan masyarakat (berfokus pada konteks aksiologinya)
Sebuah teori etika tidak mengatakan pada seseorang apa yang harus dilakukanya pada situasi tertentu, tapi ia juga tidak diam sama sekali. Teori etika mengatakan apa yang harus dipertimbangkan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan.
Fungsi praktis dari teori etika adalah untuk mengarahkan perkataan kita pada pertimbangan yang relevan, alasan-alasan yang menentukan atas suatu tindakan.

Filsafat Komunikasi
Definisi filsfat dari beberapa pakar:
1. Plato (427-384 SM), filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli.
2. Aristoteles (382-322 SM), filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung didalam ilmu-ilmu (metafisika, logika, etika, retorika, ekonomi, politik, dan estetika).
3. Al Farabi (870-950 M), filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud bagaimana hakekatnya yang sebenar-benarnya. Maujud=kongkrit.
4. Rene Descrates (1590-1650 M), filsafat adalah segala pengetahuan dimana Tuhan, alam , dan manusia menjadi pokok penyelidikan.
5. Immanuel Kant (1724-1804 M), filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala ilmu pengetahuan yang tercakup didalam 4 persoalan :
• Apakah yang dapat diketahui (jawaban=metafisika)
• Apakah yang seharusnya kita ketahui (jawaban=etika)
• Apakah/sampai dimanakah harapan kita (jawaban=agama)
• Apakah yang dinamakan manusia (jawaban=antropologi)

Menurut I. R. Poedjewijatna filsafat adalah ilmu yang mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Sedangkan filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, sistematis, analisis, krisis, dan holistic teori serta proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatananya, tujuanya, fungsinya, dan tekniknya serta metodenya.
Cabang Filsafat Dalam Komunikasi:
1. Metafisika
Suatu usaha memperoleh yang benar tentang kenyataan-kenyataan itu luas, maka dibagi menjadi 3 yaitu; ontology (menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental), kosmologi (menyelidiki jenis tata tertib yang fundamental), dan anthropologis (menyelidiki hal yang berkaitan dengan manusiadan pentingnya bagi alam semesta).
2. Methodologis
Metode filsafat yaitu tidak ada yang khas dan bebas cari keterangan.
3. Epistemologis
Logika materiil dimana membahas isi pikiran manusia.
4. Etika
Meliputi kesadaran moral dan kesadaran etis. Dimana kesadaran etis meliputi normatif kritik dan tanggapan.
5. Logika
Berasal dari kata logos yaitu pikiran / pernyataan pikiran. Artinya suatu cara kerja apakah valid tidak valid, bentuk pikiran dan cara kerjanya.
6. Estetika
Terdiri dari komsep penciptaan, pengharagaan, peranan sosial, sikap estetik, kenikmatan estetik, dan tanggapan estetik.

Etika Komunikasi

Tujuan Dimensi-dimensi etika komunikasi
 Nilai-nilai demokrasi
 Hak untuk berekspresi
 Hak public untuk informasi yang benar

Sarana Aksi
 Kesadaran moral atau nurani actor komunikasi
 Deontology jurnalisme
 Tatanan hukum dan institusi
 Hubungan-hubungan kekuasaan
 Tren sosial, komisi pengawasan

Keterangan
1. Etika komunikasi merupakan bagian dari upaya untuk menjamin nilai demokrasi / otonomi demokrasi
2. Etika komunikasi tidak berhenti pada mengelak perilaku aktor komunikasi
3. Etika komunikasi berkaitan juga dengan praktek institusi hukum, komunikasi, sruktur sosial, politik, dan ekonomi serta etika strategi dalam bentuk regulasi.
Tiga prinsip deontologi jurnalisme:
1. Hormat dan perlindungan hak warga negara akan informasi dan sarana-saran ayng perlu untuk mendapatkanya. Masuk dalam kategori ini adalah:
 Perlindungan atas sumber berita
 Pemberitaan informasi yang tepat dan benar
 Jujur dan lengkap
 Perbedaan antara factor dan komentar
 Perbedaan antara informasi dan opini
Sedangkan mengenai cara untuk mendapataknya harus jujur dna pantas serta harus dapat menolak jika hasil curian, menyembunyikan, menyalahgunkan kepercayaan, dengan menyamar pelanggaran terhadap rahasia profesi.
2. Hormat dan perlindungan atas hak individual lain dari warga negara. Termasuk dalam hal ini:
 Hak akan martabat dan kehormatan
 Hak atas kesehatan fisik dan mental
 Hak konsumen dan hak untuk berekspresi dalam media
 Serta hak jawab
Selain itu haru smendapat jaminan hak akan privacy, praduga tak bersalah, hak akan reputasi, hak akan citra yang baik, hak bersuara dan hak untuk rahasia bekomunikasi.jika hak akan informasi tidak bisa member pembenaran pada upaya yang akan merugikan pribadi seseorang. Setiap orang memiliki hak untuk menolak dan mnyebarkan identitasnya.
3. Ajakan untuk menjaga harmoni masyarakat. Unsure ketiga deontology ini melarang semua bentuk provokasi atau dorongan yang akan membangkitkan kebencian atau ajakan pada pembangkangan sipil.
Tujuan etika komunikasi:
1. Untuk membongkar bentuk demokrasi sehingga martabat manusia selalu dihormati
2. Memungkinkan akses keruang public suara yang dibungkam
3. Menentang kebebasan agar bisa mengembangkan kreatifitas
Ada tiga syarat yang memungkinkan etika komunikasi:
1. Media mempunyai kekuasaan yang besar dan berpengaruh terhadap publiknya
2. Etika ingin melindungi public yang lemah
3. Merupakan upaya untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab demi antisipasi terhadap monopoli kritik dari media.

Mengapa Dibutuhkan Etika Komunikasi ?
Media, media massa, dan pers pasti memiliki idealism yaitu memberikan informasi yang benar. Dan media ingin bertindak sebagai sarana pendidikan. Namun idealism diwarnai oleh struktur pemaknaan ekonomi, seperti :
1. Dinamisme komersial, yang menjadi kekuatan dominan penentu makna pesan
2. Pimpinan media
3. Logika mode
4. Logika pasar
5. Logika waktu pendek
Etika komunikasi menjamin kebebasan berkomunikasi di ruang public dan tersedianya informasi yang benar. Etika komunikasi meliputi:
• Kehendak baik wartawan/pelaku informasi
• Konsruksi sosial
• Deontology profesi
Informasi yang benar akan mencerahkan kehidupan manusia. Informasi yang cerah itu memberikan pertimbangan kepada individu dalam mengambil keputusan dari berbagai kemungkinan yang ada. Informasi yang tepat akan menjadi sarana pendidikan yang efektif.
Disinilah etika komunikasi berperan dalam mengontrol media. Media yang menjadi sarana vital untuk memperoleh informasi. Dengan persaingan media ynag berdasarkan logika pasar (berita yang terlambat adalah bukan berita) dapat mengahalangi hak public untuk memperoleh informasi yang benar.
Media dapat mengubah 3 hal, yaitu :
1. Integrasi sosial.
Media menyebarkan gagasan pembebasan tetapi didasari nilai-nilai hedonis (kenikmatan dan kepuasan rasa). Hedonism individualis mengabaikan control sosial dari instansi tradisional sehingga nilai tradisional meredup.
2. Reproduksi budaya
Akan selalu berubah agar bisa tetap efektif untuk bertahan hidup dan bukan untuk tujuan suatu hal yang utopis (kemurnian idealisme)
3. Partisipasi politik
Media menyebutkan gaya hidup dimana system representasi menjadi objek konsumsi. Konsumerisme dan sikap skeptic mudah merubah pandangan seseorang. Identitas seseorang dapat berubah dalam kebebasan yang tidak mengikat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: