Oleh: mphee89 | Juli 17, 2011

Proposal Komunikasi

Pengaruh Program Halo Polri dalam Meningkatkan Citra Polri

Nama : Novi Wastiningsih
NIM : 0735160058
Kapita Selekta Komunikasi
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam melaksanakan tugas dan sebagai alat negara memberikan perlindungan,pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, maka eksistensi Kepolisian Negara RI (Polri) selalu bersama dan menyatu dengan masyarakat. Dalam posisi demikian adalah wajar jika evaluasi kinerja Polri langsung di berikan oleh masyarakat. Evaluasi kinerja langsung oleh masyarakat terhadap Polri amat berpengaruh terhadap citra Polri.
Saat ini kualitas citra Polri dinilai para pengamat mengalami kemerosotan. Kemerosotan citra Polri di mata masyarakat merupakan sebuah persoalan penting yang hingga saat ini masih terus membelenggu Polri dalam menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melakukan penegakan hukum, dan melakukan pengayoman, perlindungan serta menciptakan keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dalam melayani masyarakat. Fenomena ini tampaknya tetap akan menjadi siklus yang abadi dalam tubuh Polri, andaikata komitmen profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas tidak diwujudnyatakan dalam sikap dan tindakan aparat kepolisian dalam menjalankan tugas dan wewenang sehari-hari.
Fenomena yang demikian itu sebagaimana pernah diungkapkan oleh Budayawan Jasa Suprana dalam sebuah Seminar Nasional Polisi di Semarang, bahwa “Nyaris tidak ada Surat Kabar yang tidak memuat artikel mengkritik polisi, mulai dari yang beralasan ilmiah sampai emosional pribadi. Tidak ada mulut yang tidak mengomeli polisi” (Jaya Suprana, “Polisi dan Pelayanan Masyarakat”, Makalah Seminar Nasional Polisi I diselenggarakan oleh Pusat Studi Kepolisian UNDIP, 1995, halaman 1).

B. Rumusan Masalah
Untuk membatasi sekaligus mengimbangi agar pembahasan tidak menyimpang dari segala hal yang telah ditetapkan, maka perlu dibuat suatu rumusan yang memuat tentang pokok permasalahan yang akan dibahas. Berdasarkan uraian diatas, penulis menentukan rumusan masalah sebagai berikut : “ Bagaimana pengaruh program Hallo Polisi dalam meningkatkan citra Polri ? “.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh program Hallo Polisi terhadap peningkatan citra Polri.
D. Manfaat Penelitian
Dari data dan informasi yang dikumpulkan, diharapkan peneliatian ini bermanfaat bagi :
1. Organisasi (Polri), hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan saran khususnya bagian Public Relations dalam rangka meningkatkan citra
2. Pembaca dan dunia akademik, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan dan bahan masukan yang bermanfaat untuk melakukan penelitian selanjutnya.
3. Penulis, hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan wawasan tentang public relations, khususnya mengenai pengaruh program Hallo Polisi terhadap peningkatan citra Polri.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

A. 1. Public Relations
A. 1.1. Pengertian Public Relations
Beberapa macam karier dapat dideskripsikan secara jelas dengan beberapa kalimat yang beruntut. Namun berbeda dengan public relations, hal ini disebabkan karena public relations memiliki banyak aplikasi. Pada umumnya public relations mempermasalahkan pembentukan goodwill, mutual understanding, favourable public opinion.
Oleh karena untuk dapat memahami pengertian public relations lebih luas dan dalam, kita harus mengetahui beberapa pengertian public relations dari beberapa pakar. Menurut IPR (Institute of Public Relations),
“ Public relations adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya”

Sedangkan Cutlip menyatakan bahwa,
“Public relations is the management function which evalutes public attitudes, identifies the policies and procedures of an individual or an organization with the public interest, and plans and excutes a program of action to earn public understanding and acceptanance”

Artinya public relations adalah fungsi manajemen yang menilai sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk meraih pengertian dan dukungan publik” (Cutlip,Centre and Broom, 1994, p.3)
Pengertian lainnya menurut Frank Jefkins dalam bukunya “Public Relations” mengatakan bahwa,
“ Public relations adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu kedalam maupun keluar, antara suatu organisasi dengan khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian”.

Dari beberapa pengertian diatas terlihat bahwa public relations merupakan suatu fungsi menejemen yang terencana dan berkesinambungan dalam mencapai tujuanya yaitu mencipatakan dan memelihara sikap saling pengertian. Hal ini dimulai dari penilaian sikap public, identifikasi kebijaksanaan dan juga perencanaan suatu kegiatan demi mendapatkan dukungan public. Semua itu dilakukan tidak hanya untuk kepentingan public eksternal namun juga untuk public internal.

A. 1. 2.Fungsi Public Relations
Hampir disetiap instansi pemerintah maupun perusahaan swasta mempunyai “Public Relations”. Makin luas aktifitas instansi tersebut makin luas pula aktivitas public relations. Public relations dapat membentuk citra atau image yang baik terhadap masyarakat luas.
Adanya citra yang baik terhadap perusahaan, akan mempercepat proses pencapaian tujuan yang dilandasi profesionalisme, kejujuran, tanggung jawab dan saling menghargai. Namun bila terjadi sebaliknya, dimana public relations tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya maka tujuan perusahaan akan terganggu, bahkan tidak mustahil akan mengalami kegagalan. Namun yang harus diingat public relations bukan lagi “Pemadam Kebakaran” jika ada masalah ataupun “Pengharum” bagi aktivitas yang busuk. Public relations harus dipandang lebih luas yang dimulai dari perencanaan, program, evaluasi dan pengkajian.
Secara umum fungsi public relations adalah :
1. Membantu pimpinan mencapai tujuan perusahaan.
2. Selalu menjaga para manager agar “Well informed”, yaitu mendapat informasi yang cepat dan hangat tentang situasi terbaru, termasuk perubahan opini di masyarakat.
3. Selalu menjaga para manager dari reaksi yang kurang menyenangkan dari masyarakat terhadap aktivitas perusahaan dan mampu memberikan saran yang dapat mempersuasi masyarakat luas guna meredam reaksi yang kurang menyenangkan menjadi menyenangkan.
4. Mengkomunikasikan kebijakan dan aktifitas perusahaan melalui media massa yang ada.

A. 1. 3.Tujuan Public Relations
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pekerjaan kehumasan tergolong dua golongan besar yaitu:
1. Komunikasi Internal (personil/anggota institusi)
• Memberikan informasi sebanyak dan sejelas mungkin mengenai institusi.
• Menciptakan kesadaran personil mengenai peran institusi dalam masyarakat.
• Menyediakan sarana untuk memperoleh umpan balik dari anggotanya.
2. Komunikasi Eksternal (masyarakat)
• Informasi yang benar dan wajar mengenai institusi.
• Kesadaran mengenai peran institusi dalam tata kehidupan umumnya dan pendidikan khususnya.
• Motivasi untuk menyampaikan umpan balik.
Maksud dan tujuan yang terpenting dari PR adalah mencapai saling pengertian sebagai obyektif utama. Pujian citra yang baik dan opini yang mendukung bukan kita yang menentukan tetapi feed back yang kita harapkan. Obyektif atau tujuan PR yaitu “Pengertian”. “The object of PR is not the achievement of a favourable image, a favourable climate of opinion, or favourable by the media”. PR is about achieving an UNDERSTANDING.
Tujuan utama penciptaan pengertian adalah mengubah hal negatif yang diproyeksikan masyarakat menjadi hal yang positif. Biasanya dari hal-hal yang negatif terpancar: hostility, prejudice, apathy, ignorance. Sedangkan melalui pengertian kita berusaha merubahnya menjadi: sympathy, acceptance, interest dan knowledge.

A.1. 4. Public Relations Officer (PRO)
Untuk mewujudkan semua fungsi dan mencapai tujuan diatas, bukan sebuah pekerjaan yang mudah dan juga bukanlah teramat sulit. Kunci suksesnya adalah memiliki organisasi yang mantap dan SDM yang tangguh, sehingga beban pekerjaan public relations dapat diformulasikan secara tegas dan jelas serta dijalankan oleh orang-orang yang memenuhi persyaratan kuantitas, kualitas dan memiliki kredibilitas.
Selain itu, diperlukan PRO yang memiliki sikap mental yang baik, luwes tetapi lugas, jeli, suka belajar, mempunyai pergaulan yang baik pada masyarakat internal dan eksternal, notabene dekat dengan pimpinan. Mengingat public relations adalah seni dan butuh penjiwaan, sehingga tidak ada jaminan seorang sarjana komunikasi dapat memainkan perannya. Untuk itu dituntut kejelian dalam merekrut tim public relations. Ini penting karena public relations adalah corong dan duta perusahaan, Kelas perusahaan akan tercermin dari performace public relations. Jika tidak serius maka public relations akan menjadi aksesoris semata, mandul dan mubazir.
Pekerjaan seorang public relations adalah tugas-tugas yang dilakukan dalam mempromosikan pengertian dan pengetahuan akan seluruh fakta-fakta tentang runtutan situasi atau sebuah situasi dengan sedemikian rupa sehingga mendapatkan simpati akan kejadian tersebut.
Pada umumnya kesan yang jelek datang dari ketidak-pedulian, prasangka buruk, sikap melawan, dan apatis. Seorang petugas humas harus mampu untuk mengubah hal-hal ini menjadi pengetahuan dan pengertian, penerimaan dan ketertarikan.
Bagian penting dari pekerjaan petugas Humas dalam suatu organisasi adalah :
a. Membuat Kesan
Kesan disini berarti “gambaran yang diperoleh seseorang tentang suatu fakta sesuai dengan tingkat pengetahuan dan pengertian mereka (terhadap suatu produk, orang, atau situasi)”.
b. Pengetahuan dan Pengertian
PRO memiliki peran penting dalam membantu menginformasikan pada publik internal (dalam organisasi) dan publik eksternal (luar organisasi) dengan menyediakan informasi akurat dalam format yang mudah dimengerti sehingga ketidak-pedulian akan suatu organisasi, produk, atau tempat dapat diatasi melalui pengetahuan dan pengertian.
c. Menciptakan Ketertarikan
PRO memiliki peran penting dalam membantu menginformasikan pada publik internal (dalam organisasi) dan publik eksternal (luar organisasi) dengan menyediakan informasi akurat dalam format yang mudah dimengerti sehingga ketidak-pedulian akan suatu organisasi, produk, atau tempat dapat diatasi melalui pengetahuan dan pengertian.
d. Penerimaan
Masyarakat mungkin bersikap melawan pada sebuah situasi karena mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi, atau mengapa hal tersebut terjadi. Seorang PRO mempunyai peran kunci untuk menjelaskan sebuah situasi atau kejadian dengan sejelas-jelasnya sehingga ketidak-pedulian, dan bahkan sikap menentang, yang menjadi atmosfer disekelilingnya dapat diputar menjadi pengertian dan penerimaan.
e. Simpati
Dengan mengemukakan informasi secara jelas dan tidak bias, umumnya merupakan cara yang berhasil untuk meraih simpati.

A.2. Komunikasi Massa
A.2.1. Pengertian Komunikasi Massa
Mengenai pengertian komunikasi massa ada beberapa pendapat. Bittner (1980), komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. Sedangkan Gerbner (1967), komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas memliki orang dalam masyarakat industry.
Dari pengertian diatas maka penulis mengartikan komunikasi massa merupakan komunikasi yang menggunakan media massa, baik media cetak ataupun media elektronik.

A.2.2. Fungsi-Fungsi Komunikasi Massa
Ada banyak fungsi komunikasi massa itu dilihat dari latar belakang dan tujuan yang berbeda. Ada komunikasi yang tujuanya untuk pendidikan dan ada juga yang tujuanya untuk mempengaruhi khalayak masyarakat.
Menurut Jay Black dan Federick C. Whitney (1980) fungsi komunikasi massa adalah:
1. Menginformasikan
Informasi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam komunikasi massa. Komponen yang paling penting untuk mengetahui informasi itu sendiri adalah berita0berita yang disajikan. Dalam sebuah informasi terkandung fakta-fakta disajikan menarik agar mudah dipahami dan diterima oleh penerima.
2. Memberikan Hiburan
Hiburan merupakan salah satu yang dibutuhkan. Dalam komunikasi massa ada fingsi sebagai hiburan karena khalayak dari sasaran komunikasi massa juga membutuhkan hiburan untuk mengistirahatkan dirimya dari aktifitas.
3. Membujuk
Persuari dapat muncul dalam beberapa bentuk yaitu; mengukuhkan dan mengubah kepercayaan, menggerakan khalayak, serta memperkenalkan nilai tertentu.
4. Transmisi Budaya
Transmisi budaya hadir dalam bentuk komunikasi yang berakibat pada penerimaan individu. Dalam prosesnya bentuk komunikasi dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman individu. Transmisi budaya ada yang kontemporer dan historis. Pada tingkatan kontemporer, komunikasi massa memberikan perubahan nilai masyarakat dengan memberikan bibit perubahan secara terus menerus. Sementara pada tingkatan histori masyarakat sudah mendapat pengalaman dan dapat menyortir mana yang dibutuhkan mana yang tidak dibutuhkan.
Lain halnya dengan Harold D. Lasswel yang menyebutkan fungsi komunikais massa sebagai fungsi pengawasan, fungsi korelasi, dan fungsi pewarisan sosial.

B. Kerangka Pemikiran

B. 1.Komunikasi Media
Kita semua merasakan bahwa komunikasi kegiatan yang tidak mungkin terpisahkan dari kehidupan manusia. Komunikasi benar-benar dibutuhkan dalam kehidupan karena digunakan sebagai pelontar dan penangkap ide, membentuk pendapat, menentukan sikap, dan memutuskan tindakan.
Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi ada yang berlangsung tanpa menggunakan alat bantu ada juga yang berlangsung menggunakan alat bantu. Alat bantu tersebut dinamakan media komunikasi atau sarana komunikasi. Yaitu berupa alat atau seperangkat alat yang dapat digunakan untuk menunjang kelancaran proses komunikasi.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa media komunikasi berfungsi sebagai alat perantara yang memperlancar proses komunikasi. Media komunikasi disebut alat yang memperlancar proses komunikasi karena berfungsi sebagai alat untuk:
a Mempermudah penyampaian pesan atau informasi
b Membangkitkan motivasi komunikan
c Mengefektifkan proses penyampaian pesan
d Mempersinkat waktu proses penyampaian pesan
e Menghubungkan komunikan dan komunikator yang berjauhan
f Menambah daya tarik pesan yang ingin disampaikan
g Memperjelas isi pesan yang ingin disampaikan.

B. 2. Citra
B. 2.1. Pengertian Citra
Setiap perusahaan tentu memiliki citra yang disadari atau tidak telah melekat pada perusahan tersebut. Tidak sedikit barang atau jasa yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan memliki citra yang begitu melekat pada benak konsumen.
Killer menjelaskan bahwa,
“corporate image is the consumers response the total offering and is defined as a sum the belief, ideas, and impressions that a public has an organization”.
Artinya citra perusahaan adalah respon konsumen pada keseluruhan penawaran yang diberikan perusahaan dan didefinisikan sebagai sejumlah kepercayaan, ide, dan kesan masyarakat pada sebuah organisasi.
Sedangkan Nguyen dan Leblanc mengungkapakan citra perusahaan sebagai “ corporate image is described as overall impression made on the minds of the public obout organization. It is related to business nsme, architecture, varietyof product/services, tradition, ideology, an to the impression of quality communicatedby each employee interactingwith the organizations clients”
Dapat diartikan citra perusahaan merupakan keseluruhan kesan yang terbentuk di masyarakat tentang perusahaan. Dimana citra tersebut berhubungan dengan nama bisnis, arsitektur, variasi dari produk, tradisi, ideologi, dan kesan pada kualitas komunikasi yang dilakukan oleh setiap karyawan yang berinteraksi dengan klien organisasi.
Leblanc dan Nguyen menjelaskan bahwa terdapat lima faktor yang mempengaruhi citra perusahaan, yaitu : “Corporate identity, Reputation, Service oferring, Physical environtment, and Contact personnel“
Lebih lanjut Nguyen dan Leblanc mengungkapkan bahwa terdapat dua komponen utama citra perusahaan, yaitu fungsional dan emosional, dimana komponen fungsional berkaitan dengan atribut yang dapat diukur dengan mudah, sedangkan komponen emosional berkaitan dengan dimensi psycological yang didasarkan pada pengalaman konsumen saat berinteraksi dengan perusahaan.
Menurut Normann dalam Kandampully, citra perusahaan dapat bersumber dari iklan, public relations, kesan, dan pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa. Diantara hal tersebut, yang dianggap paling penting adalah pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa.
Karena itu, setiap perusahaan dapat memiliki lebih dari satu citra tergantung dari kondisi interaksi yang dilakukan perusahaan dengan kelompok yang berbeda, seperti: konsumen, karyawan, pemegang saham, dimana setiap kelompok tersebut mempunyai pengalaman dan hubungan yang berbeda dengan perusahaan.
Dari penjabaran diatas penulis dapat menyimpulkan citra sebagai persepsi masyarakat dari adanya pengalaman, kepercayaan, perasaan, dan pengetahuan masyarakat itu sendiri terhadap perusahaan sebagai aspek fasilitas yang dimiliki perusahaan dan layanan yang disampaikan karyawan kepada konsumen.
Citra tidak dapat direkayasa artinya citra tidak datang dengan sendirinya namun dibangun dan dibentuk oleh masyarakat dari upaya komunikasi dan keterbukaan perusahaan kepada konsumen.

B .2. 2. Manfaat Pembentukan Citra
Menurut Zinkhan ada beberapa alasan yang mendasari pentingnya perusahaan membangun dan mengelola citra perusahaan yaitu : dapat membangun nama baik perusahaan membangun identitas bagi karyawannya mempengaruhi investor dan lembaga-lembaga keuangan memajukan hubungan baik dengan suatu komunitas, dengan pemerintah, dengan tokoh masyarakat dan dengan para opinion leaders mendapatkan posisi dalam persaingan.
B. 3. Efektifitas Komunikasi
Efektifitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkain alternative atau pilihan cara dan menentukan pilihan lainnya. Efektifitas juga bisa diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
Sebagai contoh jika sebuah pesan dapat diterima oleh penerima pesan dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, mak cara tersebut adalah benar dan efektif.

C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut:
“jika program Hallo Polisi terus ditayangkan, maka citra Polri akan meningkat”.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi dan Jadwal Penelitian
Penelitian ini akan diselenggarakan di Jakarta Utara. Jakarta Utara dibagi menjadi 6 kota administrasi yaitu Koja, Kelapa Gading, Tanjung Priok, Pedemangan, Penjanringan, dan Cilincing. Penulis akan memilih Tanjung Priok sebagai lokasi penelitian. Diamna Tanjung Priok memiliki 7 Kelurahan, yaitu Tanjung Priok, Kebon Bawang, Sungai Bambu, Papanggo, Warakas, Sunter Agung, dan Sunter Jaya. Demi menghemat biaya dan waktu penulis akan memilih Papanggo. Penulis akan meneliti warga di RW 06 dan 07 Papanggo.
Penelitian akan dilaksanakan selama 14 hari dari tanggal 5 – 16 September 2011.
B. Design Penelitian
Design yang akan digunakan penulis dalam menyusun skripsi adalah metode deskriftif analisis. Karena penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat maka penulis menggunakan pendekatatan metode survey.
Adapun langkah – langkah yang diambil untuk keperluan penyusunan skripsi ini akan dimulai dengan metode-metode pengumpulan data, operasionalisasi variabel, populasi dan sampel penelitian, teknik analisis data dan pengujian hipotesa.

C. Variabel Penelitian
Veriabel dari penelitian ini adalah komunikasi media, citra dan fektifitas komunikasi.

D. Instrumen Penelitian
Instrumen dari penelitian ini adalah kuesioner yang akan diberikan kepada koresponden untuk mengisinya.

E. Definisi Konseptual dan Definisi Operasional
Citra perusahaan menurut Killer adalah respon konsumen pada keseluruhan penawaran yang diberikan perusahaan dan didefinisikan sebagai sejumlah kepercayaan, ide, dan kesan masyarakat pada sebuah organisasi. Sedangkan citra perusahaan menurut Leblanc dan Nguyen merupakan keseluruhan kesan yang terbentuk di masyarakat tentang perusahaan. Dimana citra tersebut berhubungan dengan nama bisnis, arsitektur, variasi dari produk, tradisi, ideologi, dan kesan pada kualitas komunikasi yang dilakukan oleh setiap karyawan yang berinteraksi dengan klien organisasi.
Dari uraian diatas penulis dapat menyimpulkan citra sebagai persepsi masyarakat dari adanya pengalaman, kepercayaan, perasaan, dan pengetahuan masyarakat itu sendiri terhadap perusahaan sebagai aspek fasilitas yang dimiliki perusahaan dan layanan yang disampaikan karyawan kepada konsumen.

F. Populasi, Teknik Sampling, dan Sampel
Dalam melaksanakan penelitian selalu dihadapkan pada sumber data tertentu yang diharapkan dapat memberikan informasi dan keterangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Adapun sumber data dalam penelitian sering disebut dengan populasi penelitian.
Populasi dari penelitian ini adalah penonton program Hallo Polisi yang disiarkan di Indosiar pada pukul 08.30 WIB.
Sejalan dengan permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampel random sampling.
Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang. Dimana peneliti akan menemani para sampel menonton siaran program Hallo Polisi yang kemudian memberikan kuesioner.

G. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data
Teknik – teknik yang akan di gunakan untuk pengumpulan data yaitu:
1. Study Lapangan (Field Reearch),
Yaitu berhubungan langsung dengan objek penelitian dimana pada study lapangan ini dilakukan observasi dan wawancara dengan pihak-pihak yang berwenang di instansi yang bersangkutan, termasuk penyebaran angket (kuisioner) dalam bentuk penyertaan tertutup yang berkaitan dengan masalah diteliti.
2. Studi Kepustakaan (Library Research)
Berupa kegiatan mempelajari dan mengkaji sejumlah literatur seperti buku-buku, jurnal, artikel serta masalah yang diteliti. Hal ini diharapkan dapat memberikan data serta information yang bersifat teoritis mengenai komunikasi media dan citra yang nantinya akan digunakan sebagai landasan teori dalam menunjang pelaksanaan penelitian.
Data yang terkumpul kemudian di proses dan dianalisis. Analisis Data Statistik dilakukan baik secara kuantitatif maupu kualitatif. Analisa Kualitatif dilakukan dengan cara mendeskripsikan responden yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel-tabel, sedangkan analia kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisa statistik.
Untuk keperluan tersebut penulis mengumpulkan da mengolah data yang diperoleh dari kuesioner dengan cara memberikan bobot penilaian dari setiap pertanyaan berdasarkan Skala Likert sebagai berikut:

Tabel Skala Likert
Pilihan Jawaban Pertanyaan Bobot atau Skor
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Cukup Setuju (CS) 3
Kurang Setuju (KS) 2
Tidak Setuju (TS) 1

Daftar pustaka
Adya, Atep Barata, “Dasar-Dasar Pelayanan Prima”, Elex Media Komputindo
Jefkins, Frank, “Public relations”, Jakarta : Erlangga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: