Oleh: mphee89 | Juli 17, 2011

Pembentukan Citra Perusahaan

Pembentukan Citra PT Bank Central Asia, Tbk

1. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini perkembangan perbankan semakin meningkat. Banyak bermunculan bank-bank baru yang membuat persaingan perbankan semakin ketat. Banyak cara yang di tempuh untuk menarik nasabah, seperti pemberian hadiah, souvenir, cash back, dan lain-lain.
Namun dibalik perkembangan yang pesat seperti kita ketahui, beberapa bulan yang lalu baru saja terjadi kasus pembobolan Bank Citibank yang dilakukan oleh karyawannya sendiri. Hal ini tentu akan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap system perbankan. Hal ini tidak hanya berdampak buruk pada Citibank saja, namun juga berdampak buruk pada bank-bank yang lain seperti Bank BCA.
Banyak nasabah yang mempertanyakan akan keamanan dana mereka. Para nasabah resah akan system perbankan. Nasabah khawatir jika dana mereka tiba-tiba hilang.
Bank BCA melakukan berbagai cara agar kepercayaan nasabah tetap terjaga. Meyakinkan para nasabah jika dana mereka aman. Hal ini dilakukan melalui sosialisasi-sosialisasi, gathering, program Gebyar BCA, serta Welcome to BCA.
Dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan diharapakan dapat tetap menjaga kepercayaan nasabah terhadap kualitas Bank BCA. Hubungan dengan para nasabah juga akan terjalin dengan baik.

2. Pembahasan

2.1. Pengertian Citra

Setiap perusahaan tentu memiliki citra yang disadari atau tidak telah melekat pada perusahan tersebut. Tidak sedikit barang atau jasa yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan memliki citra yang begitu melekat pada benak konsumen.
Killer menjelaskan bahwa,
“corporate image is the consumers response the total offering and is defined as a sum the belief, ideas, and impressions that a public has an organization”.
Artinya citra perusahaan adalah respon konsumen pada keseluruhan penawaran yang diberikan perusahaan dan didefinisikan sebagai sejumlah kepercayaan, ide, dan kesan masyarakat pada sebuah organisasi.
Sedangkan Nguyen dan Leblanc mengungkapakan citra perusahaan sebagai “ corporate image is described as overall impression made on the minds of the public obout organization. It is related to business nsme, architecture, varietyof product/services, tradition, ideology, an to the impression of quality communicatedby each employee interactingwith the organizations clients”
Dapat diartikan citra perusahaan merupakan keseluruhan kesan yang terbentuk di masyarakat tentang perusahaan. Dimana citra tersebut berhubungan dengan nama bisnis, arsitektur, variasi dari produk, tradisi, ideologi, dan kesan pada kualitas komunikasi yang dilakukan oleh setiap karyawan yang berinteraksi dengan klien organisasi.
Menurut Normann dalam Kandampully, citra perusahaan dapat bersumber dari iklan, public relations, kesan, dan pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa. Diantara hal tersebut, yang dianggap paling penting adalah pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa.
Karena itu, setiap perusahaan dapat memiliki lebih dari satu citra tergantung dari kondisi interaksi yang dilakukan perusahaan dengan kelompok yang berbeda, seperti: konsumen, karyawan, pemegang saham, dimana setiap kelompok tersebut mempunyai pengalaman dan hubungan yang berbeda dengan perusahaan.
Dari penjabaran diatas penulis dapat menyimpulkan citra sebagai persepsi masyarakat dari adanya pengalaman, kepercayaan, perasaan, dan pengetahuan masyarakat itu sendiri terhadap perusahaan sebagai aspek fasilitas yang dimiliki perusahaan dan layanan yang disampaikan karyawan kepada konsumen.
Citra tidak dapat direkayasa artinya citra tidak datang dengan sendirinya namun dibangun dan dibentuk oleh masyarakat dari upaya komunikasi dan keterbukaan perusahaan kepada konsumen.

2.2. Marketing Public Relations

Dalam bukunya The Marketer’s Guide to Public Relations, Thomas L Harris mengatakan,
Marketing Public Relations is the process of planning and evaluating programs, that encourage purchase and customer through credible communicayion of information on impression that identify companies and their products with the needs concerns of customers
Secara umum dapat diartikan, Marketing Public Relations adalah suatu proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian sprogram-program yang dapat merangsang pembelian dan keuapasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan positif yang ditimbulkan dan berkaitan dengan identitas perusahaan atau produknya sesuai dengan kebutuhan, keingian dan kepentingan bagi para konsumennya.
Menurut Thomas L. Harris, pencetus pertama konsep Marketing Public Relations dalam bukunya berjudul The Marketer’s Guide to Public Relations dengan konsepsinya sebagai berikut : “Marketing Public Relations is the process of planning and evaluating programs, that encourage purchase and customer through credible communication of information and impression that identify companies and their products with the needs, concern of customer”.
Marketing Public Relations (MPR) merupakan proses perencanaan dan pengevaluasian program-program yang merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan yang menghubungkan perusahaan dan produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan para konsumen. (Ruslan,2002:p.253).
Dari pengertian-pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Marketing Public Relations merupakan perpaduan pelaksanaan program dan strategi pemasaran (marketing strategy implementation) dengan tkivitas program kerja public relations (work program of Public relations). Dalam pelaksanaannya terdapat tiga strategi penting, yakni
1. Pull strategy, public relations memiliki dan harus mengembangkan kekuatan untuk menarik perhatian publik.
2. Push strategy, public relations memiliki kekuatan untuk mendorong berhasilnya pemasaran.
3. Pass strategy, public relations memiliki kekuatan untuk mempengaruhi dan menciptakan opini publik yang menguntungkan
Jelas, marketing dalam Marketing Public Relations tidaklah dalam pengertian sempit.Tetapi berkaitan dengan aspek-aspek perluasan pengaruh, informative, peusasif, dan edukatif, baik segi perluasan pemasaran ( makes a marketing) atas suatu produk atau jasa, maupun yang berkaitan

2.3. Pembentukan Citra

Sudah sejak lama BCA melakukan kegiatan public relation dengan membuat acara di televisi. Bahkan, saat ini BCA telah memiliki dua program di dua stasiun televisi Yaitu Gebyar BCA di Indosiar dan welcome to BCA. Kedua acara tersebut dimanfaatkan BCA sebagai media komunikasi dan edukasi, sehingga akan tercipta relationship yang kuat dengan customer-nya. Jadi, wajar saja kalau brand BCA menduduki peringkat pertama awareness (top of mind) dalam jajaran bank di Indonesia.
BCA selalu berusaha berinteraksi dengan nasabahnya melalui berbagai cara. Salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan BCA adalah melalui Gebyar BCA. Gebyar BCA adalah program televisi yang bersifat edutainment dan dikemas dalam bentuk variety show, disiarkan langsung dari Balai Sarbini-Jakarta, setiap dua minggu sekali pada hari Sabtu, pukul 21:00 – 22:00 WIB.
Melalui program Gebyar BCA, BCA menjalin komunikasi dengan masyarakat Indonesia baik yang sudah menjadi nasabah maupun yang belum. Sebagai kegiatan public relations yang bersifat edutainment, Gebyar BCA menayangkan berbagai informasi mengenai produk-produk dan fasilitas perbankan terbaru, dan bagaimana cara memanfaatkannya, untuk diketahui masyarakat luas.
Acara Gebyar BCA dikemas secara apik dan menarik, dengan menghadirkan bintang-bintang dunia hiburan dari dalam atau luar negeri, dan diselingi komedi juga kuis interaktif berhadiah jutaan rupiah. Gebyar BCA merupakan acara variety show yang pertama yang disponsori secara eksklusif oleh bank dan salah satu acara variety show yang bertahan paling lama.
Selain public relation, perlu juga dilakukan berbagai kegiatan atau event. Misalnya kepada segmen pasar remaja intelektual. Segmen pasar remaja ini, yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan eksekutif muda, merupakan pasar yang cerdas yang mampu mendefinisikan kelebihan-kelebihan perusahaan Anda lebih cepat. Juga, dengan kemampuan intelektualnya, segmen pasar ini akan bisa menjadi influencer atau customer yang mampu mempengaruhi orang-orang disekitarnya untuk bisa menjadi customer.
Selain berbagai kegiatan marketing yang dilakukan, Bank BCA juga membentuk citra dengan cara melakukan kegiatan CSR (corporate social responsibility). Kegiatan yang dilakukan misalnya adalah pemberian zakat pada idul fitri, santunan pada anak yatim dan orang tidak mampu, pemberian hewan kurban, serta mengadakan acara buka puasa bersama orang-orang tidak mampu dan anak yatim.

3. Penutup

Berbagai cara akan terus dilakukan oleh sebuah perusahaan ataupun institusi untuk membentuk, menjaga, bahkan meningkatkan citra. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga kelangsungan dari perusahaan tersebut. Agar perusahaan tersebut tidak tergilas persaingan ditengah perkembangan yang semakin pesat.
Dengan kegiatan-kegiatan marketing public relations yang dilakukan oleh Bank BCA diharapakan akan tetap menjaga dan menjalin hunbungan yang baik dengan nasabah. Karena dengan hubungan yang baik tentu akan menjadikan Bank BCA menjadi bank no. 1 di Indonesia bahkan di Asia.
Dan dengan kegiatan CSR, diharapkan akan dapat menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar. Sehingga setiap cabang BCA dapat diterima dengan baik oleh lingkungan sekitar cabng tersebut.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: